Jumat, 05 Desember 2014

Apa itu kalzium??? Mungkin yang terlintas di pikiran kalian kalzium adalah unsur dalam sistem periodik unsur yang biasa disimbolkan dengan lambang Ca bukan??? Kalau benar begitu, anda salah :D
Kalzium adalah nama sebuah software (open source software - OSS) yang memanfaatkan tabel periodik untuk mengeksplorasi setiap unsur. Tapi ternyata tidak sekedar tabel periodik biasa, lebih dari sekedar tabel periodik. Kalzium berasal dari bahasa Jerman dari kata kalsium. Saat ini Kalzium sampai di versi Hidrogen. Untuk diketahui semenjak Kalzium menjadi aplikasi standalone ia versinya akan dinamai dengan urutan nama unsur dalam tabel periodik.
Nah pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang apa sih kalzium itu dan apa sih gunanya??? Sebelum itu, cara mendapatkan aplikasi ini sangat mudah, seperti yang sudah saya tulisakan tentang ”Cara mengintall aplikasi kimia pada linux”. Tentunya temen-temen sudah baca kan caranya???

Oke langsung saja...
Setelah diinstall, saat temen-temen buka aplikasi kalzium, kalian akan mendapatkan tampilan seperti di bawah ini.

Pada pojok kiri atas terdapat menu untuk merubah bentuk SPU, kita bisa merubahnya sesuai dengan keinginan kita, bentuk SPU pendek, panjang atau yang lain. Tampilan yang saya sajikan diatas adalah jenis SPU pendek.
Untuk bentuk SPU yang lain bisa dilihat pada gambar berikut ini :

  • Bentuk SPU panjang
  •  Bentuk SPU klasik


  • Transition Elements


  •  DZ Periodic Table

Lalu apabila kita meng-klik salah satu unsur, maka aplikasi ini akan memberikan informasi kepada kita tentang unsur tersebut. Misal kita meng-klik unsur Li, maka akan muncul informasi mengenai unsur tersebut (misal titik leleh, titik didih, afinitas elektron, dll) seperti yang terdapat pada tampilan berikut :














Software ini sangat cocok untuk materi yang tersebut di atas, karena bisa menampilkan sifat fisis dan sifat kimia dari berbagai macam unsur.

Kamis, 04 Desember 2014


 Aplikasi Konsep hidrolisis dalam kehidupan misalnya adalah: 
1.      Pelarutan sabun
Garam natrium stearat, C17H35COONa (sabun cuci) akan mengalami hidrolisis jika dilarutkan dalam air , menghasilkan asam stearat dan basanya NaOH.


Reaksi: C17H35COONa + H2O  Ã  C17H35COOH + NaOH

Oleh karena itu, jika garam tersebut digunakan untuk mencuci, airnya harus bersih dan tidak mengandung garamCa2+ atau Mg2+ . Garam Ca2+ dan Mg2+ banyak terdapat dalam air sadah. Jika air yang digunakan mengandung garam garam Ca 2+,

 2(C17H35COOH) + Ca2+ Ã  (C17H35COO)2  + H+

Sehingga buih yang dihasilkan sangat sedikit. Akibatnya, cucian tidak bersih karena fungsi buih untuk memperluas permukaan kotoran agar mudah larut dalam air.

2.      Penjernihan air
Penjernihan air minum oleh PAM berdasarkan prinsip hidrolisis, yaitu menggunakan senyawa aluminium fosfat yang mengalami hidrolisis total.
Contoh proses hidrolisis dalam industri :
a. Lemak
Lemak + basa   menjadi     sabun + gliserol
Lemak  +  asam  menjadi   asam lemak + gliserol
Lemak + air    menjadi     asam lemak + gliserol
Contoh :

b. Karbohidrat
Termasuk gula, selulosa, tepung (polisakarida), tongkol jagung, sekam padi, dan lain-lain yang mengandung pentosan pada proses hidrolisis menjadi furfural. Juga sebagai bahan baku pembuatan HEXAMETILDIAMIN untuk bahan NYLON.
Contoh :

Hidrolisis tepung menjadi sirup dan dextrose, hasil produksinya tergantung dari :
-kadar pati
-asam
-suhu
- waktu



Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebasaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti peruraian).
1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat
Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.
Contoh:
Larutan KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation dan anionnya. KOH terionisasi menjadi H + dan Cl - . Masing-masing ion tidak bereaksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.
KCl (aq) → K + (aq) + Cl - (aq)
K + (aq) + H 2 O (l) →
Cl - (aq) + H 2 O (l) →

2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah
Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7.
Contoh:
Amonium klorida (NH 4 Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl dalam basa lemah NH 3 . HCl akan terionisasi sempurna menjadi H + dan Cl - sedangkan NH 3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH 4 + dan OH - . Anion Cl - berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH 4 + berasal dari basa lemah dapat terhidrolisis.
NH 4 Cl (aq) → NH 4 + (aq) + Cl - (aq)
Cl - (aq) + H 2 O (l) →
NH 4 + (aq) + H 2 O (l) → NH 3 (aq) + H 3 O + (aq)
Reaksi hidrolisis dari amonium (NH 4 + ) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H 3 O + ) yang bersifat asam (pH<7). Secara umum reaksi ditulis:
BH + + H 2 O → B + H 3 O +

3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7).
Contoh:
Natrium asetat (CH 3 COONa) terbentuk dari asam lemah CH 3 COOH dan basa kuat NaOH. CH 3 COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH 3 COO - dan Na + . Anion CH 3 COO - berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedangkan kation Na + berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.
CH 3 COONa (aq) → CH 3 COO - (aq) + Na + (aq)
Na + (aq) + H 2 O (l) →
CH 3 COO - (aq) + H 2 O (l) → CH 3 COOH (aq) + OH - (aq)
Reaksi hidrolisis asetat (CH 3 COO ‑ ) merupakan reaksi kesetimbangannya. Reaksi ini menghasilkan ion OH ‑ yang bersifat basa (pH > 7). Secara umum reaksinya ditulis:
A - + H 2 O → HA + OH -
4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah
Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.
Contoh:
Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam NH 4 CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H + dan CN - sedangkan NH 3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH-. Anion basa CN - dan kation asam NH 4 + dapat terhidrolisis di dalam air.
NH 4 CN (aq) → NH 4 + (aq) + CN - (aq)
NH 4 + (aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq) +
CN - (aq) + H 2 O (e) → HCN (aq) + OH - (aq)
Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb)
- Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa.
- jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dalam larutan bersifat asam.
- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.
Soal Hidrolisis Garam
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat!
1. Sebanyak 2,64 gram kristal (NH4)2SO4 dilarutkan dalam air, sehingga volumenya menjadi 1 liter. (ArN = 14 dan S = 32), maka besarnya pH larutan adalah ….(Kb = 10–5)
A. 5,5 + log 2
B. 5 – log 2
C. 5,5 – log 2
D. 8,5 + log 2
E. 9 + log 2
2. Harga pH campuran dari 50 mL larutan NH3 0,2 M dan 50 mL larutan HCl 0,2 M adalah ….(Kb = 10–5)
A. 4
B. 5
C. 6
D. 9
E. 10
3. Besarnya pH larutan dari 100 mL CH3COOK 0,4 M (Ka = 10–5) adalah ….
A. 5 – log 2
B. 5
C. 9
D. 9 + log 2
E. 10 + log 2
4. Sebanyak 100 mL larutan NH4OH 0,2 M dicampur dengan 100 mL larutan HCl 0,2 M (Kb = 10–5). MakapH campuran adalah ….
A. 5
B. 6
C. 7
D. 8
E. 9
5. 50 mL larutan NH4OH 0,1 M (Kb =10–5) direaksikan dengan 50 mL larutan HCl 0,1 M, maka pH campuran sekarang adalah ….
A. 5
B. 5 – log 7
C. 6 – log 7
D. 9 + log 7
E. 9
6. Larutan NH4Cl 0,1 M mempunyai pH = …. (Kb = 10–5)
A. 5
B. 7
C. 8
D. 9
E. 10
7. Larutan zat berikut yang dalam air mempunyai pH paling kecil adalah ….
A. CH3COONa
B. (NH4)2SO
C. KCN
D. NaCl
E. CH3COONH4
8. Dalam larutan natrium asetat 0,1 molL–1 mengalami hidrolisis sebagai berikut.
CH3COO– + H2O ⇆ CH3COOH + OH–
Jika Ka = 10–9, maka pH larutan tersebut adalah ….
A. 3
B. 5
C. 7
D. 9
E. 11
9. Garam berikut yang mengalami hidrolisis sebagian adalah ….
A. natrium klorida
B. kalium nitrat
C. amonium asetat
D. kalium sulfat
E. kalium sulfida
10. Garam berikut yang mengalami hidrolisis sempurna adalah ….
A. (NH4)2S
B. NaCl
C. K2CO3
D. Al2(SO4)3
E. CH3COONa
11. Garam berikut yang jika dilarutkan dalam air akan mempunyai pH lebih besar daripada tujuh adalah ….
A. Na2SO4
B. KCN
C. NH4Cl
D. KNO3
E. NH4NO3
12. Indikator fenolftalein (pp) akan berubah warnanya dari tak berwarna menjadi merah dalam larutan ….
A. K2CO3
B. H2SO4
C. NH4Cl
D. CH3COOH
E. NaNO3
13. Barium asetat, Ba(CH3COO)2 seberat 2,55 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya menjadi 500 cm3. Bila Ka = 10–5; Ar Ba = 137; C = 12; dan O = 16, maka pH larutan adalah ….
A. 5
B. 5,5 – log 2
C. 8 + log 2
D. 8,5 + log 2
E. 9 + log 2
14. Bila Ka CH3COOH = 1 x 10–5, maka pH larutan Ba(CH3COO)2 0,1 M adalah ….
A. 1
B. 5 – log 1,4
C. 9
D. 9 – log 1,4
E. 9 + log 1,4
15. Sebanyak 10 mL larutan NH3 0,4 M dicampur dengan 100 mL larutan H2SO4 0,2 M (Kb = 2 x 10–5), maka pH larutan adalah ….
A. 5
B. 5 – log 2
C. 7
D. 9 + log 2
E. 8 + log 2
16. Garam berikut yang mengalami hidrolisis parsial adalah ….
A. K2SO4
B. (NH4)2SO4
C. NaCl
D. (NH4)2S
E. Al2S3
17. Garam berikut yang tidak mengalami hidrolisis adalah ….
A. CH3COONa
B. NH4Cl
C. Na2SO4
D. CH3COONH4
E. Na2CO3
18. Larutan garam berikut yang dalam air memiliki pH lebih kecil dari 7 adalah ….
A. natrium klorida
B. amonium klorida
C. kalium asetat
D. natrium sulfat
E. aluminium sulfida
19. Campuran berikut yang mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam adalah ….
A. 50 mL NaOH 0,2 M + 50 mL HCl 0,2 M
B. 100 mL CH3COOH 0,2 M + 50 mL KOH 0,2 M
C. 50 mL NH3 0,2 M + 100 mL HCl 0,1 M
D. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL H2SO4 0,2 M
E. 50 mL KOH 0,2 M + 50 mL HCN 0,2 M
20. Bila Ka = 10–5, maka besarnya pH larutan Ca(CH3COO)2 0,2 M adalah ….
A. 5
B. 5 – log 2
C. 8 + log 2
D. 9
E. 9 + log 2

Halo Gaes……terimakasih sudah mengunjungi blog saya. kali ini saya akan menggulas tentang aplikasi kimia yaitu……” Jmol”
nah apa sih jmol itu sebenarnya?
Jmol merupakan sofware visualisasi struktur molekul dalam 3D.
jangan khawatir teman-teman walaupun sangat canggih, aplikasi ini gratis lho…baik banget kan yang bikin jmol. maka dari itu kita harus memanfaatkan aplikasi ini dengan baik. oke….
Selain gratis aplikasi ini kompetabel dengan os windows, mac OS X dan linux/unix. Aplikasi ini bisa didownlod di situs resmi : http://jmol.sourceforge.net/download/.
Setelah diinstal di komputer, saatnya menggunakan aplikasi ini. Penggunaan utama aplikisi ini kan untuk melihat suatu senyawa secara tiga dimensi tetapi selain itu kita juga bisa menggambar dengan menggunakan jmol ini. Untuk melihat suatu senyawa, data base nya bisa di download di PupChem. Senyawa yang kita butuhkan bisa di peroleh dengan mudah dan gratis. Di PupChem tersebut hanya tinggal ketik nama senyawa dan di download file dengan tipe .sdf yang 3D-nya ya.
Sekarang kita akan mencoba menggunakan aplikasi ini. Buka aplikasi Jmol, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini. lalu untuk memulai menggambar molekul adalah klik:
Hasilnya adalah :
Kita bisa mengganti sesuai keinginan kita. Semisal ini saya mencoba untuk membuat NH3.
Untuk memberi nama pada setiap atom, klik display lalu klik label dan pilih sesuai yang anda sukai.

nah kita bisa melihat bentuk molekul yang kita buat secara 3D, dari sisi depan, atas,bawah,  kanan, kiri.caranya:
Klik pada menu View
ini contoh melihat pada sisi depan.

kalau yang di bawah ini tampilan tampak dari bawah: